Langsung ke konten utama

Oliver Twist (2005) : Kerasnya kehidupan pada masa Revolusi Industri di Inggris | Movie Review #1

     OLIVER TWIST (2005) 

Kisah seorang Anak Yatim yang tak pernah mengeluh dari kerasnya kehidupan pada masa Revolusi Industri



        Sebuah film adaptasi dari novel klasik terkenal karya Charles Dickens yang diterbitkan pertama kali pada tahun 1838 dan telah 15 kali diangkat ke layar lebar berdasarkan yang saya baca di sampul buku Oliver Twist terbitan Bentang Pustaka. Karya fiksi yang telah diangkat ke layar lebar berkali-kali ini dari dekade ke dekade membuat Roman Polanski sutradara yang menerima lima nominasi OSCAR untuk filmnya "The Pianist" pada tahun 2003 menjadikan ia kembali membuat film yang mengadaptasi dari novel legendaris karya Dickens ini di era perfilman yang lebih modern.  Film ini diperankan oleh aktor cilik yaitu Barney Clark dalam debut pertamannya sebagai Protagonist Utama dan juga menggandeng aktor yang tak asing lagi bagi gue yaitu Sir Ben Kingsley yang berperan antagonis sebagai Fagin

Plot  

        Pada abad ke-19, Oliver Twist seorang anak laki-laki yatim dikirim dari Rumah Peternakan menuju ke Rumah Pekerja (Workhouse) dimana disitu anak-anak dipekerjakan untuk kebutuhan industri negara dan diperlakukan tidak pantas. Singkat cerita pada saat makan bersama Oliver Twist terpilih dari antara anak-anak itu untuk maju dan meminta untuk menambah makanan yang telah diberi alhasil Oliver Twist pun dihukum karena telah meminta untuk menambah makanan. Atas Hukuman itu dia pun dikeluarkan dari Workhouse itu dan diperjualkan, kemudian dia dibeli dan diasuh oleh Tuan Sowerberry namun karena menerima perlakuan yang tidak baik dan tidak berkenan dari Istri dan Anaknya membuat ia kabur dari rumah itu dan pergi menuju Kota London dengan berjalan kaki selama 7 hari. 

Oliver Twist yang sedang beristirahat di depan tangga



    
    Dia tiba di Kota London dengan keadaan kotor, lelah dan lemah di sebuah pasar, dari situ dia bertemu dengan Artful Dodger dan segera disambut oleh sekelompok pencopet yang dipimpin oleh penjahat tua Fagin. Ketika Oliver Twist secara keliru dianggap sebagai pencuri dan berhasil ditangkap dan dibawa ke pengadilan yang sedang dalam pengadilan oleh seorang hakim, seorang pria tua kaya raya yang menjadi korban pencurian di toko buku bernama Tuan Brownlow kemudian datang sang penjual buku yang juga sebagai saksi pencurian merasa bahwa dia (Oliver Twist) bukanlah pelakunya, karena keadaan Oliver Twist yang tidak sadarkan diri sehingga membuat Tuan Brownlow merasa iba dan membawa ia ke rumah mewahnya dan menaunginya disana. Ketika Oliver Twist merasa nyaman dibawah bimbingan dan asuhan Tuan Brownlow serta Nyonya Brownlow,

Oliver Twist yang tampak rapih dan elegan
dibawah asuhan Tuan Brownlow

        Namun Bill Sykes yang berbahaya dan Nancy sang prostitusi muda bawahan Bill berhasil menculik Oliver Twist dari kediaman Tuan Brownlow di Pentonville saat hendak mengantarkan buku yang diperintahkan oleh Tuan Brownlow dengan cara berpura-pura sebagai Keluargannya. Singkat cerita Bill Sykes bekerja sama dengan rekan jahatnya untuk berencana merampok rumah mewah milik Tuan Brownlow pada malam hari bersama dengan Oliver Twist. Pada saat ingin memulai perampokan, Oliver Twist meminta mohon kepada Bill Sykes untuk jangan merampok rumah Tuan Brownlow yang telah mengasuh dia dengan baik, namun hal itu ditolaknya. Saat masuk ke rumahnya, Oliver Twist pun membuka pintu depan dan terjatuh karena terdorong oleh Bill Sykes dan rekannya hal itupun membuat mereka ketahuan dan Oliver Twist pun langsung teriak meminta tolong kepada Tuan Brownlow namun naas dia tertembak dan berhasil dibawa keluar. Singkat cerita saat Oliver Twist sudah kembali berada di tangan Fagin, Bill Sykes yang terbaring sakit mengatakan kepada Fagin bahwa ia akan membunuh Oliver Twist saat ia sudah sehat dan Fagin pun menyetujuinya namun secara diam-diam hal itupun didengar oleh Nancy yang juga sedang merawat Bill yang sedang sakit. Oleh karena itu Nancy pun datang ke Rumah Tuan Brownlow yang sedang tidak ada dirumah dan menitipkan pesan kepada Nyonya Brownlow untuk emberitahu Tuan Brownlow untuk menemuinya di London Bridge pada tengah malam. Dengan bantuan Nancy yang memberikan informasi keberadaan Oliver Twist kepada Tuan Brownlow, hal itupun diketahui oleh Bill Sykes atas perintah Fagin yang menyutuh Dodger untuk mengikuti Nancy kemanapun dia pergi karena dia curiga dan akhirnya pun Nancy terbunuh oleh Bill dengan kejam. Keberadaan Bill Sykes dan Fagin serta kelompoknya pun dalam keadaan bahaya, akhirnya keberadaan mereka diketahui berkat anjing milik Bill. Bill Sykes kemudian langsung membawa Oliver Twist untuk menyanderanya dan berusaha kabur melalui atap rumah namun Sykes pun mati tergantung saat menyeberangi menggunakan tali karena terpeleset melihat anjingnya yang mengonggong. Adegan pun berganti beberapa hari kemudian, Oliver Twist hidup nyaman bersama dengan Tuan Brownlow lagi, dan telah menjadikan Oliver Twist sebagai Anak Angkat dari Tuan Brownlow dan Nyonya Brownlow. Nasib Fagin telah ditangkap dan akan diadili untuk dihukum mati sedangkan nasib kelompoknya tidak diketahui, Oliver Twist meminta untuk mengunjungi Fagin di Penjara. Tuan Brownlow pun mengizinkan permintaannya dan membawanya ke Penjara, disitu dia melihat Fagin yang sedang mengomel dan meratap. Oliver ingin mengajak Fagin untuk berdoa karena Fagin terus memohon untuk dibebaskan, Oliver pun merasa sedih dan putus asa dan meminta untuk Fagin dibebaskan karena Oliver tetap mengingat atas segala kebaikan yang telah diberikan oleh Fagin kepada dia. Akhirnya Tuan Brownlow mengawal Oliver Twist yang menangis keluar dari penjara itu dimana orang-orang sudah berkumpul untuk menyaksikan eksekusi Fagin, merekapun menaiki kereta kuda dan pergi dari situ. THE END.

Oliver Twist bersama Tuan Brownlow




REVIEW

        Entah kenapa gue sendiri tidak pernah tau tentang film ini bahkan juga cerita yang diadaptasi padahal film ini sudah dirilis 16 tahun yang lalu di tahun 2005 (Biasannya kan film-film tipe seperti ini suka ditayangi di TV lokal tapi gue rasa kayaknya gak pernah tayang) jujur loh gue sendiri pun belom pernah mendengar Kisah legendaris dari Oliver Twist ini sampai akhirnya gue tahu dari postingan instagram seseorang mengenai Kisah fiktif Oliver Twist, dan ya! akhirnya gue pun download dan nonton filmnya.

        Era Victoria adalah masa kejayaan di Inggris tapi didalamnya terdapat banyak sekali kesenjangan sosial dan ketimpangan sosial yang terjadi, anak-anak yang seharusnya bermain dan belajar di sekolah banyak yang dipekerjakan dan film yang diadaptasi dari novel terkenal ini menceritakan semuannya. Dari segi plot gue bener-bener suka banget karena jelas ya diadaptasi dari novel legendaris karya Dickens, jujur loh! selama gue nonton gue selalu merasa iba dan simpati banget sama Oliver Twist rasanya gak mau banget dia jatuh di tangan orang-orang yang buruk. Contohnya saja ketika Oliver Twist berada dibawah asuhan Tuan Brownlow rasanya gue lega dan tenang tapi ketika dia tertangkap dan kembali ke pangkuan orang-orang buruk itu rasannya gregetan banget, selain itu juga kerasnya kehidupan yang dia alami dari awal sampai akhir itu bener-bener menyentuh hati gue banget (Duh rasanya kalo gue disitu pingin banget gue jadikan anak angkat) walaupun ya akhir dari film ini membuat kita bisa bernafas lega dan bisa tidur nyenyak dan mimpi indah. 

        Pesan moral dalam film ini udah pasti dapat kita ambil hikmahnya dari bagaimana kesabaran dan kemurnian hati baik dari Oliver Twist yang membuat dia itu kuat dan teguh dalam menghadapi kerasnya kehidupan yang dia hadapi, menurut pandangan gue pribadi sih percaya bahwa Oliver Twist ini mempunyai kemurnian hati yang baik sejak lahir terlihat bagaimana sikap sopan yang dia tunjukan kepada Tuan Brownlow dan juga bagaimana cara dia berkata. Bisa kita lihat juga kemuliaan hati dari Oliver Twist ketika adegan dimana dia memohon ampun kepada Bill untuk jangan merampok rumah milik Tuan Brownlow dan juga saat bertemu dengan Fagin sebelum dieksekusi mati dengan bagaimana Oliver Twist tidak melupakan kebaikan yang telah diberi oleh Fagin serta diapun mengajak berdoa sebelum waktu dieksekusi. 

        Dari segi akting menurut gue sangat baik, peran Barney Clark sebagai Oliver Twist berhasil membuat gue sebagai penonton menjadi ikut simpati dengan karakter yang dia perankan (Good job! untuk orang yang mengcasting dia untuk berperan sebagai Oliver Twist dalam film ini). Mungkin yang gue salut dalam segi akting itu diantara pemeran film ini sudah pasti akting dari Sir Ben Kingsley sebagai Fagin, ya benar! akting dia disini sangat totalitas mulai dari penampilan sampai gaya bicara pun dapat ia sesuaikan dengan karakter yang ia perankan itu. 

      Untuk dari segi Kostum Desain atau busana-busana pun juga sangat menyerupai pada jamannya begitupun juga dengan setting tempat dan orang-orangnya yang benar-benar menggambarkan kehidupan pada saat itu yang menjadi nilai tambahan bagi gue. Walaupun menurut gue kekurangan di film ini hanya di penyelesaian konflik aja dimana eksekusinya terlalu buru-buru dalam adegan terakhir ketika Bill berusaha kabur namun dia terpeleset dan mati tergantung lalu adegan fade out ke adegan dimana Oliver Twist sudah kembali ke asuhan Tuan Brownlow.


Favorite Scene:


Ini merupakan adegan ketika Oliver Twist mengunjungi Fagin di penjara yang akan dieksekusi, adegan ini bener-bener menyentuh hati gue dari yang terlihat bagaimana kemuliaan hati si Oliver Twist yang tetap mengingat kebaikan yang telah diberikan Fagin.  


⭐ Rate Pribadi : 9/10 
 - RECOMMENDED TO WATCH -



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Der Hauptmann (2017) : "Ketika Prajurit Fallschirmjager menyamar sebagai Kapten Luftwaffe" | Movie Review #2

Rival (2020) : "Bocah Ukraina yang datang secara illegall ke Jerman untuk bertemu dengan Ibunya" | Movie Review #3 | Europe On Screen Festival 2021 Online Edition

-RIVAL (2020) Seorang Anak laki-laki Ukraina yang datang ke Jerman secara illegall dengan diselundupkan melalui Van untuk bertemu Ibu-nya             Rival (Judul asli: Rivale ) merupakan film bergenre Drama dari Jerman dan Ukraina yang dirilis pada tahun 2020 dan disutradarai oleh Marcus Lenz serta dibantu oleh Lars Hubrich dalam Penulisan Skenario film ini . Film ini diperankan oleh Aktor Cilik bernama Yelizar Nazarenko dari  Ukraina sebagai Protagonis dalam film ini. Film karya Marcus Lenz ini sudah menyabet 3 Kemenangan dan 12 Nominasi penghargaan dalam festival-festival film Internasional, beberapa penghargaan yang bisa saya sebutkan yaitu: Film Terbaik, Hof International Film Festival 2020 Sinematografi Terbaik, Minsk International Film Festival 2020 Nominasi Film Terbaik, Busan International Film Festival 2020                Pada acara  Edisi ke-21 festival film Europe on Screen dis...

Ein bisschen bleiben wir noch / Oskar & Lili: Where No One Knows Us (2020) : "Kisah Keluarga Imigran Checnya yang terancam deportasi dari Austria" | Movie Review #5 | Europe On Screen Festival 2021 Online Edition

 - Ein Bisschen Bleiben wir Noch (2020) Kisah perjuangan Kakak Beradik yang terpisah untuk bersatu kembali dengan Ibunya namun terancam deportasi ke negara asalnya      Oskar & Lili : Where No One Knows Us (Bahasa Jerman :  Ein bisschen bleiben wir noch) merupakan sebuah film Drama keluarga dari Austria yang disutradarakan dan penulisan skenario oleh Arash T. Riahi, seorang Sutradara berkebangsaan Austria yang juga merupakan imigran dari Iran. Film ini sendiri diadaptasi dari sebuah novel berjudul "Oskar and Lili" yang ditulis oleh Monika Helfer dan dipublikasikan pada tahun 1994. Film ini sendiri sudah menyabet penghargaan: 11 kemenangan dan 16 nominasi dalam Festival-festival film yang diikuti, salah satunya yang dapat saya sebutkan : Audience Award, pada Max Ophüls Festival 2020 Film Terbaik, pada Filmfestival Kitzbuehel 2020 Film Terbaik, pada  Olympia International Film Festival for Children and Young People 2020     Ini merupakan fi...